Uncategorized

Cara Untuk Menjadi Tim Yang Solid

Terkadang pada saat kita bekerja di perusahaan, kita diharuskan bekerja sebagai tim, untuk mencapai tujuan dari perusahaan tempat kita bekerja.

Adakalanya, kerja sama tim yang buruk akan mengakibatkan tujuan sulit dicapai, selain itu, kerjasama tim yang buruk juga akan memberikan dampak negatif terhadap pekerjaan para karyawan yang bekerja di dalam tim itu. lalu bagaimana caranya agar menjadi Tim yang solid.

Kali ini saya bagikan cara menjadi tim yang solid yang dilansir dari situs penaqolbi.com

1. Tau Tujuan Dibentuknya Tim dan Harapan Perusahaan terhadap dibentuknya tim kita.

Hal Pertama dan yang paling penting sebenarnya adalah Dibentuknya sebuah tim untuk memiliki Tujuan.

Setiap Anggota tim harus mengerti tentang Tujuan tim dan harus mempunyai komitmen penuh agar tujuan tersebut dapat diraih sesegera mungkin.

Apabila diperlukan setiap anggota diharuskan memiliki memo, untuk mencatat tujuan dan progress selama dibentuknya tim, memiliki tujuan dan progress yang sama membuat berkurangnya konflik antara anggota tim gara-gara beda harapan dalam menyelesaikan tujuan.

Sehingga Dibentuknya tim itu menjadi lebih jelas, efektif, produktif seperti efisien.

2. Tak Kenal Maka Tak Sayang.

Sesuai dengan pepatah yang lama, Pepatah ini sangat cocok dalam membentuk sebuah tim.

Untuk membuat suasana kerja tim yang kompak kita harus mengenal satu sama lain, minimal kita harus mengenal nama dari anggota yang lain, kemudian kita harus mengenal pribadi anggota yang lain.

Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi konflik apabila ada kesenjagan yang tidak diinginkan. Selain itu, dengan terciptanya kekompakan, tujuan tim akan lebih mudah dicapai dan kerjaan tim lebih efektif.

3. Saling / Aktif Berkomunikasi, Jujur dan saling respek.

Artinya, apabila kita ingin menyampaikan informasi, baik itu untuk tujuan dari dibentuknya tim, ataupun hal-hal pribadi, sebaiknya disampaikan secara baik, halus tidak kasar, untuk menghargai anggota tim satu sama lain.

Cara berkomunikasi yang terbaik adalah dengan komunikasi langsung, selain informasi bisa disampaikan dengan cepat, terarah, tidak menggunakan biaya, cara ini lebih baik karena perasaan dan hasil kerja tim lebih terlihat.

Akan tetapi apabila tidak memungkinkan alangkah baiknya menyampaikan informasi melalui telpon selular, ataupun media sosial lain, akan tetapi penyampaian melalui cara ini, lebih baik dilakukan secara teliti, cermat tanpa ada kata-kata yang hilang atau penyampaian informasi yang kurang, untuk menghindari kesalahpahaman.

4. Menunjuk Ketua Tim dan Peran Anggota.

Dalam membentuk sebuat tim, jangan lupa untuk menunjuk ketua. Menunjuk ketua ini bertujuan sebagai penanggung jawab tim, disini ketua sebagai orang yang menyukseskan timnya dan tujuan timnya, dan juga sebagai orang yang menjadi koordinator dan mengatur anggota timnya, sebagai ketua, alangkah baiknya, tidak membebani anggota dengan kerjaan yang berlebih dan buntu, kita harus menghargai usaha anggota dan membantu setiap anggota apabila terjadi kebuntuan untuk menyukseskan program yang menjadi tujuan kita.

Sebagai anggota tidak diperbolehkan juga menitikberatkan semua masalah kepada ketua, Tugas Anggota disini sebagai penyokong atau tim sukses agar terciptanya tujuan dari tim tersebut.

Ketika bekerja sebagai tim, ada kalanya seorang anggota mengambil peran over apabila anggota lain mengalami kebuntuan dan ketua tim juga mengalami kebuntuan.

Dan ada baiknya juga ketika anggota tim memiliki ide kreatif, dia mengambil inisiatif untuk menyampaikan idenya, tentu saja secara sopan dan baik, jangan takut dianggap sebagai orang yang bodoh karena memiliki ide yang aneh, penyampaian ide akan membantu tim untuk memecahkan kebuntuan dan membuat tim menjadi lebih maju selangkah dari kebuntuan tersebut.

5. Membuat Aturan Antar Anggota Tim.

Hal ini dilakukan untuk membuat disiplin antar anggota tim, dan membuat Tim menjadi lebih mudah dalam mencapai tujuan, dengan adanya aturan yang mengatur antar anggota membuat kerjaan yang dilakukan secara Tim lebih efektif dan efisien.

Seperti contoh membuat aturan apabila terlambat atau tidak hadir dalam meeting akan terkena denda, dan kemudian denda itu akan dimasukkan ke dalam kas sebagai keperluan dalam meeting.

Hal ini akan membuat anggota tim lebih disiplin, menghargai satu sama lain, dan membuat tim menjadi lebih efektif dan efisien.

6. Membuat Pertemuan Formal dan Informal.

Dalam kerjasama tim diperlukan sebuah pertemuan yang bersifat formal dan informal.

Pertemuan yang formal ditujukan untuk melakukan review tentang progres pekerjaan,selain itu dengan pertemuan formal kita juga dapat mengetahui bagaimana kinerja setiap anggota, dan dengan ini juga kita juga menyampaikan keluh kesah apabila kita menemukan kesulitan, sehingga dapat dipecahkan secara bersama-sama, agar tujuan tim dapat dicapai dengan waktu yang relatif singkat.

Pertemuan Informal berfungsi untuk mendekatkan keakrabkan antara anggota yang satu dengan yang lain.

7. Melakukan Mediasi apabila terjadi konflik.

Menurut saya sebagai penulis artikel ini, apabila terjadi konflik dalam sebuah tim itu merupakan hal yang wajar, ini membuktikan setiap anggota tim bekerja dengan sungguh-sungguh, dan setiap anggota tim berani menyampaikan ide kreatif mereka pada saat pertemuan formal.

Disini Fungsi Ketua akan muncul. Ketua harus melakukan mediasi dengan anggota yang terlibat konflik dengan disaksikan anggota yang lain, cara yang dapat dilakukan dengan cara mendengar aspirasi dari masing-masing anggota.

Lalu dengan itu Ketua mengambil keputusan, pengambilan keputusan tidak boleh dilakukan karena keakraban, pengambilan keputusan harus dilakukan dengan cara melihat kelemahan dan kelebihan kekuatan yang disampaikan oleh anggota, apabila ketua tidak dapat memutuskan atau terjadi kebuntuan (deadlock) Ketua Tim dapat melakukan rehat sejenak, apabila waktu tidak memungkinkan dapat dilakukan voting, antar anggota.

8. Beri Reward atau pujian kepada anggota yang memberikan Kontribusi.

Jika Semuanya telah terlaksana dan apabila tujuan tim telah mendekati tujuan yang diinginkan, seharusnya ketua tim memberikan pujian kepada anggota tim, ataupun apabila anggota yang selalu datang on-time pada saat pertemuan formal, ataupun anggota yang selalu memberikan pendapat yang diterima oleh anggota lain.

Hal-hal seperti itu yang patut untuk diberikan pujian atau hadiah dari ketua tim. Dengan melihat adanya anggota tim lain yang mendapatkan reward dari kerja keras, ini akan membuat anggota lain lebih semangat dalam bekerja.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*